Sahabat mulai Berubah? Kenali Penyebabnya

 

Punya  sahabat seperti diberi rezeki besar dari Tuhan yang tak terkira besarnya. Nggak gampang lo menemukan sahabat yang benar-benar ‘klik’ sama kamu. Sama sahabat mau ngobrolin apa saja, bisa. Mau ngetawain hal paling memalukan yang pernah dialami, oke. Diajak ngantri tiket nonton selama dua jam, seru-seru aja. Buat kamu yang punya sahabat, jaga baik-baik keberadannya. Karena belum tentu kamu bisa menemukan sahabat yang sama.

Bagaimana kalau tiba-tiba sahabat berubah? Dia nggak lagi seru diajak curhat, nggak lagi mau diajak nongki cantik, nggak lagi menghubungi kamu padahal sedang liburan. Jangan berpikiran buruk dulu. Kamu bukan pembaca pikiran yang bagus. Pasti semua kesimpulan itu hasil dari dugaan saja, bukan.

Lebih baik lakukan ini jika sahabatmu mulai berubah:

  1. Ajak bicara baik-baik. Tentu saja jangan langsung tembak, “kok kamu beda, sih?” lakukan pendekatan dulu secara halus. Yah, meskipun setiap kali ngobrol sama dia seperti nggak ada batasannya, tapi lebih baik menjaga perasaannya, bukan? Tanyakan, apa ada masalah yang terjadi padanya. Beri alasan kenapa kamu menanyakan hal tersebut. Misalnya,dia terlihat sedikit beda dengan biasanya.
  2. Cermati baik-baik apa saja yang pernah dibicarakannya. Apakah ada yang terlewat dari perhatianmu? Bisa jadi dia ada masalah yang mengganggu pikirannya. Tidak semua masalah bisa dibagi dengan sahabat, lo. Ada kalanya seseorang menyembunyikan dan memutuskan untuk memendam permasalahan itu. Bukan hal yang baik sebenarnya, tapi untuk menceritakan masalah yang sedang dihadapinya bukanlah hal yang mudah.
  3. Dia ngaku sibuk? Pernahkah dia mneceritakan tentang pekerjaan kantornya? Tentang keluarganya? Tentang kegiatan barunya? Kalau memang dia sibuk karena kewajiban atau hal-hak yang positif lainnya,maklumi saja dia dan beri dukungan.
  4. Sejak berkeluarga di aberubah total? Kamu pun harus menyadari ketika seseorang telah berkeluarga itu artinya dia tidak akan bisa bebas lagi. Bukan berarti orang yang telah menikah nggak bahagia, ya. Ketika menikah, seseorang tidak lagi bisa seenaknya sendiri dalam berbuat. Dia harus memikirkan suami/istri dan anak-anaknya. Seseorang yang telah menikah tetap bisa bersenang-senang, kok. Tentu saja dengan satu syarat, tidak ada anggota keluarga lain yang terabaikan.
  5. Interospeksi diri. Adakah perkataanmu yang menyinggungnya. Minta maaflah padanya. Meski kemungkinan besar sikapnya nggak lagi sama seperti dulu, setidaknya kamu sudah minta maaf padanya. Bisa sebagai bahan pelajaran, bukan? Meskipun dia sahabat sendiri tetap jaga perkataan.

Semoga kamu dah sahabat bisa saling mendukung satu sama lain, ya. Apabila asuatu saat ada perubahan sikap dari sahabat coba cermati terlebih dahulu apa yang pernah kamu lakukan daripada membangun kesimpulan sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *