Sudah Sekolah Tinggi Kenapa Sekarang di Rumah Saja?

Hai, Qeanalova! Saya mau bahas kenapa banyak wanita dengan gelar sarjana yang memilih di rumah. Masalah klasik ya. Dari dulu masih menimbulkan perdebatan yang tidak ketahuan di mana ujungnya.

Dan kenapa juga harus berdebat, ya? Toh, yang menanggung konsekuensinya adalah pihak bersangkutan. Kalau dipikir (meski saya jarang mikir) sebenarnya pihak yang paling tersakiti dari keputusan tersebut adalah orangtua. Kenapa? Karena harapan orangtua yang ingin anak perempuannya mandiri, berhasil, dan berkedudukan. Siapa yang tidak bangga coba, anak yang sudah difasilitasi pendidikan terbaik (sesuai kemampuan dan tergantung pola pikir) sekarang sudah menjadi pejabat negara atau menduduki posisi penting sebuah perusahaan?

Tapi tidak semua orangtua kecewa, banyak juga kok yang memaklumi keputusan anak-anak mereka untuk berhenti bekerja di kantor dan memilih di rumah. Eits, tapi jangan salah. Jangan remehkan emak-emak zaman sekarang. Meski sering keliru antara sein kanan tapi belok kiri, penghasilan emak-emak di rumah itu bisa eM eM-an lo!

Kebetulan nih, saya sedang mengikuti kelas Alumni Bekel Belajar Kembali (ABBK). Di kelas ini kita belajar berbisnis. Belajar mengambil langkah ke depan. Belajar mewujudkan mimpi. Jadi, kalau mau terwujud, harus mulai gerak. Kalau tidak mau gerak juga, namanya akan selalu ‘mimpi’.

Bagian yang saya suka pada kelas tersebut adalah bagian elap-elap. Iyaaa, kami dielap mentor-mentornya biar berkilau, biar nggak ndlesep lagi, biar fokus sama visi dan misi.

Kembali lagi ke wanita bekerja, ya. Banyak sekali sebenarnya alasan emak-emak memilih di rumah.

Seperti di bawah ini, nih.

1. Mendampingi tumbuh kembang anak.
2. Selalu ada saat anak membutuhkan.
3. Ingin masak buat keluarga.
4. Ingin memberikan pendidikan yang terbaik saat usia dini (dari bayi).
5. Ingin mendampingi suami kapan saja dibutuhkan.

Masih banyak lagi sebenarnya, tapi yang utama selalu untuk anak. Termasuk saya yang tidak tega jika anak harus dititipkan ke pengasuh atau simbahnya.

Semua ini pilihan masing-masing keluarga, yang jelas setiap pilihan akan membawa konsekuensi sendiri-sendiri. Tentu saja semua keputusan yang diambil sudah melalui berbagai macam pertimbangan.

Saya tidak mempermasalahkan seorang wanita yang sudah berkeluarga, mau bekerja di kantor atau di rumah, atau bahkan tidak bekerja sama sekali. Saya sendiri memilih untuk terus berkembang, karena dengan begitu saya bisa bertemu dunia.

Bye😉

36 Comments

  1. Whaaa ikut Bekel juga ya Mbak? Dhika pernah ikut tapi sekarang gak ikut kelas ABBK nya. Gak kuat mental.. lagi banyak pr.hahaha. Padahal rindu ya sama elap elapnya. Seru ya? Semoga lulus dengan sempurna mbak Sulis😘

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *